Pengantar
Kitab Yosua
1.1.
Arti
Nama kitab
Nama Kitab ini adalah
Yosua, pertama atau Yehosyua dalam
bahasa Ibrani, artinya “Tuhan (THWE) adalah pertolongan”. Nama ini tepat karena
memang Yosua memainkan peranan penting dalam kitab ini, dalam kanon perjanjian
lama, kitab Yosua adalah kitab yang pertama dari bagian nabi-nabi yang dahulu.[1]
Kanon Ibrani menempatkan Yosua pada kitab “Nabi-nabi terdahulu”. Disebut kitab
nabi karena sifatnya berubungan dengan pemberitaan hal-hal yang akan terjadi
seperti nabi Elia dan Elisa.[2]
1.2.
Latar
Belakang Kitab
Latar belakang sejarah sangatlah penting bagi kitab manapun
dalam Alkitab. Demikian pula hanya dengan kitab Yosua yang mengisahkan tentang
masuknya Israel ke tanah yang akan mereka diami selama beberapa abad
selanjutnya. Tetapi, ada masalah lain mengenai kitab Yosua, yaitu mengenai
waktu terjadinya pendudukan tanah Kanaan oleh orang Israel.[3]
Peristiwa yang terakhir dalam sejarah yang pertama ini, yakni pembebasan raja
Yoyakhim dari tahanan, terjadi pada tahun 561 SM. Oleh karena itu dapat
dipastikan bahwa penulisan sejarah yang pertama diselesaikan sesudah tahun
tersebut.
1.3.
Penulisan
Kitab
Meskipun tidak dapat dibuktikan, tradisi yahudi sepertinya
benar ketika menyatakan bahwa penulisan kitab ini adalah Yosua sendiri. Pasal
24, ayat 26 memberikan pernyataan yang jelas, “Yosua menuliskan semuanya itu
dalam kitab secara hukum Allah.” Itu setidaknya mengacu ada tanggung jawab
terakhir yosua, dan bukan mengacu pada kitab secara keseluruhan (Yosua18:9).
Yosua sebagai pemimpin Israel dan saksi mata dari sebagian besar peristiwa
adalah kandidat terbaik untuk menuliskan kitab ini.[4]
1.4.
Strukrur
Kitab
Pembagian
*pasal
1-12: Negeri Kanaan direbut
*pasal
13-21: Pembagian tanah Kanaan kepada suku-suku Israel
*pasal
22-24: Suku Ruben, Gat, dan suku Manasye yang setengah itu kembali keseberang
sungai Yordan upacara di Sikhem[7]
Struktur
*Penugasan kepada Yosua (Yos 1: 1-9)
*Memasuki tanah Kanaan (Yos 1: 10, 5:12)
a. persiapan
untuk menyeberangi sungai Yordan (Yos 1:10-18)
b. pengintaian
di yerikho (yos 2)
c. menyeberangi
sungai yordan (yos 3: 1-4, 18)
d. berkemah
di Gilgal (yos 4:19,- 5:12)
*Penaklukan
tanah Kanaan (yos 5:13, 12:24)
a. panglima
bala-tentara Tuhan (yos 5:13-15)
b. jatuhnya
Yerikho (yos 6)
c. kota Ai
di binasakan (yos 7:1-8, 29)
d. mezbah
digunung Ebal (yos 8:30-35)
e. penjanjian
dengan orang Gibeon (yos 9)
f. penaklukan
bagian selatan (yos 10)
g. penaklukan
bagian utara (yos 11)
h. ringkasan
kisah penaklukan (yos 12)
*Pembagian
tanah Kanaan (Yos 13-22)
a. bagian suku diseberang sungai Yordan (yos
13)
b. bagian kaleb (yos 14)
c. bagian Yehuda (yos 15)
d. bagian Yusuf (yos 16-17)
e. bagian suku-suku lainya (yos 18-19)
f. kota-kota perlindungan (yos 20)
g. kota-kota orang lewi (yos 21:1-42)
h. penutup dan berangkatnya sungai-sungai
diseberang sungai Yordan (Yos 21: 43, 22:9)
i. mezbah di dirikan oleh suku-suku
diseberang sungai Yordan (Yos 22:9-34)
*Hari-hari
terakhir Yosua (Yos 23-24)
a. pidato
bersama yosua (yos 23)
b. pidato
kedua yosua danperjanjian di Sikhem (yos
24:1-28)
c. penguburan
Yosua, tulang-tulang Yusuf dan Eliazar (yos 24: 29-33)[8]
1.5.
Tema-tema
Teologi Kitab Yosua
a. * Masuknya
rombongan Israel ke W.S. Lasor, Pengantar sebagai fakta bahwa Allah yang setia
menepati janji meski ada perang dan pertarungan dalam merebut tanah perjanjian
tersebut namun yang menonjol adalah
janji Allah. Tanah Kanaan adalah perwujudan janji bukan hasil dari perjuangan
dan perperangan.
b. * Janji
dan Anugrah Allah adalah merupakan dasar kemenangan atas tanah Kanaan. Meski
tanah Kanaan adalah anugrah tetapi harus direspon dengan sebuah perjuangan dan
perperangan. Anugerah sesungguhnya adalah Energi dalam melakukan pelayanan yang
lebih maksimal.
c. * Tanah
merupakan unsur pokok dalam perjanjian. Tanah dan kekudusan sangat identic sehingga
ketika bangsa Israel menyembah allah lain mereka diusir. Ketika Allah telah
menjanjikan bahwa Israel harus selamat dan memasuki tanah mereka kembali, dalam
konteks ini kita paham mengapa perang harus terjadi, yaitu untuk
memusnahkan dewaKanaan.
d. * Dunia
ini terus berjalan menuju bentuk kehidupan yang baru di dalam Yesus kristus.
Kebaruan yang sempurna tidak akan sempurna di dun[ia ini namun keselamatan
telah dijanjikan bagi mereka yang percaya dan bagi mereka yang ikut serta dalam
pekerjaan Tuhan.[9]
0 comments:
Posting Komentar