Just another free Blogger theme

Kamis, 15 Oktober 2020

 

Penafsiran Kitab Mazmur 23:1-6

Menggunakan Metode Tafsir Kanonikal


(Boima Hengki Banurea)


I.       Pendahuluan

Di sini akan dipaparkan hasil tafsiran pada kitab Mazmur 23:1-6 menggunakan metode kanonikal. Pasal dan ayat kitab Mazmur ini saya pilih untuk saya tafsir karena saya ingin menggali makna yang terkandung dalam judul perikop “Tuhan, gembala yang baik”. Saya ingin menemukan makna Tuhan sebagai gembala yang baik dan bagaimana menjadi gembala yang baik serta bagaimana cara Tuhan mengembalakan domba-dombaNya. Sehingga dalam sajian kali ini kita akan semakin memahami bagaimana Tuhan sebagai gembala yang baik dan ideal. Semoga dapat menambah wawasan kita bersama.


II.    Pembahasan

2.1.Pengertian Metode Kanonikal

Kata kanonikal berasal dari kata “qaneh” yang berarti tolak ukur.[1] Dalam bahasa Yunani kata kanonikal berasal dari kata kanonik yang berarti “penggaris” atau “ukuran” yang dikenakan pada kitab-kitab dalam Alkitab yang dianggap otoritatif.[2] Maka metode kanonikal merupakan suatu metode pendekatan terhadap Akitab dimana teks-teks Alkitab diakui dan dihargai sebagai kanon sehingga kewibawaan Firman tidak diragukan. Metode kanonikal adalah suatu metode penafsiran yang memperhatikan teks secara menyeluruh dan memandang Alkitab sebagai suatu kesatuan yang utuh.[3] Sifat dari kritik ini adalah sinkronik, dimana setiap kata dicari maknanya dalam konteks saat ini.[4]

2.2. Tujuan Penafsiran Metode Kanonikal

Penafsiran kanonikal bertujuan untuk memperoleh pesan-pesan dan kebenaran-kebenaran dari akitab sebagai satu kesatuan serta melaksanakan tugas teologis dari penafsiran secara lebih baik dengan berpangkal  dari Alkitab sebagai satu kesatuan yang utuh. Untuk mencapai hal tersebut, pendekatan ini menafsir masing-masing teks alkitabiah dalam terang kanon Kitab Suci. Pendekatan kanonik mencoba meletakkan masing-masing teks dalam rencana tunggal Allah dengan tujuan untuk sampai kepada pemaparan Kitab Suci yang sungguh-sungguh valid untuk zaman saat ini.[5]

2.3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Kanonikal[6]

2.3.1.       Kelebihan Metode kanonikal

1.      Dalam kritik kanonikal, Alkitab dipandang sebagai Firman Allah dan sejarah pembentukanannya sebagai karya pekerjaan yang dilakukan oleh Allah yang berkarya dan berkomunikasi di dalam, melalui dan kepada umayNya. Metode kanonikal berhubungan, berkaitan, sinkron dengan teks-teks lain dalam Alkitab.

2.      Menafsir dengan cara kanonikal, maka teks dapat dilihat secara keseluruhan. Hal ini karena tidak adanya pemenggalan-pemenggalan teks dalam proses penafsiran sehingga makna yang ditimbulkan oleh penulis Alkitab dapat dimengerti.

3.      Berfokus pada penyampaian pesan hasil penafsiran (arti teks) yang lebih tepat bagi situasi pembaca masa kini, daripada teks masa lampau. 

2.3.2.      Kekurangan Metode kanonikal

1.      Metode kanonikal kurang bersifat historis. Hal yang menjadi perhatian khusus seperti pendekatan terhadap nats mula-mula menurut tradisi, maksud semula penulisnya, peristiwa dan pengalaman yang ada dibalik teks atau konteks psikologi maupun sosiologis historis yang melahirkan tek kurang diperhatikan.

2.      Adanya pembedaan kanon antara umat beriman pemeliharaan kitab (Yahudi, katolik, dan Protestan) membuat metode ini mempunyai unsur subyektifitas dan realitas.

2.4.Pengantar Kitab Mazmur

2.4.1.      Pengertian Nama Kitab

Dalam bahasa Ibrani ada kata “mizmor” yang artinya “sebuah nyanyian dengan iringan musik”, namun judul kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah tehilim artinya “puji-pujian atau nyanyian pujian.[7] Namun, tehilim dengan jelas menujukkan bahwa kitab Mazmur dipakai sebagai buku nyanyian dan doa seperti permohonan, pernyataan kepercayaan dan renungan.[8] Nama kitab ini dalam LXX adalah psalmoi. Kata Yunani (dari kata kerja psallo yang artinya “memetik atau mendentingkan”) mula-mula digunakan untuk alat musik petik. Kemudian kata itu menunjukkan nyanyian (psalmos) atau kumpulan nyanyian (psalterion).[9] Sehingga mazmur adalah nyanyian pujian orang percaya kepada Tuhan baik secara pribadi maupun kelompok, dengan musik atau tanpa musik baik suka maupun duka, umat tidak bisa lepas dari kegiatan bernyanyi dan bermazmur.[10] Kitab Mazmur adalah kitab terpanjang dalam Alkitab, syairnya menyatakan kepercayaan umat pada Allah dan meyatakan berbagai keadaan perasaan yang dialami. Kitab Mazmur ini juga mengajak para pembaca untuk berbagi dengan Allah setiap bagian dari hidup mereka.[11]

2.4.2.      Latar Belakang Kitab Mazmur

Mazmur merupakan kumpulan puji-pujian dan doa yang dikumpulkan selama kurun waktu yang panjang dalam sejarah umat Israel, paling tidak sejak zaman Daud sampai sesudah pembuangan ke Babel.[12] Kitab Mazmur dibagi atas 5 bagian, Mazmur 1-41, 42-72, 73-89, 90-106, dan 107-150. Alasan pembagian kitab ini diperlukan untuk kebutuhan atau sesuai giliran tertentu. Tetapi juga mengutuki pola kitab taurat yang terdiri dari 5 kitab. Nama-nama yag digunakan pada kepala Mazmur kadang-kadang bermaksud memberikan kewibawaan kepada Mazmur tersebut sudah biasa dalam tulisan PL readaktor mencantumkan nama-nama yang dihormati dalam komunitas umat Allah. Misalnya nama Daud, Musa dan Salomo.[13]

Mazmur-mazmur dalam Alkitab dapat digolongkan atas tiga kategori umum yaitu, pujian, ratapan dan hikmat dengan sejumlah kategori tambahan juga. Hampir setiap Mazmur berada dalam satu golongan saja, tapi ada satu kekecualian yaitu Mazmur 22, dimana ayat 21 adalah Mazmur Ratapan, sedangkan ayat 22-31 adalah satu Mazmur pujian. Mazmur-mazmur ratapan pada umumnya berisi kalimat seruan di baris pertama “Ya Tuhan” pada Mazmur 3-7 adalah Mazmur-mazmur pujian jemaat hampir selalu dimulai dengan suatu kalimat perintah (seperti nyanyian baru bagi Tuhan pada Mazmur 96-98). Mazmur ratapan meliputi unsur seperti keluhan, petisi, kepercayaan dan nazar pujian.[14] 

2.4.3.      Penulis dan Waktu Penulisan Kitab Mazmur

Daud disebut sebagai penulis Mazmur. Dalam tradisi, Daud dikenal sebagai seorang penyair dan dalam kitab ini nama Daud adapun disebut sebanyak 73 kali.[15] Ada penulis lain adalah: Musa, Salomo, Asaf, Heman, Etan, dan satu kelompok yang disebut bani korah.[16] Waktu penulisan kitab ini diperkirakan mulai tahun 1000-500 SM.[17] Kitab ini meliputi kisah mulai dari zaman Daud hingga zaman pembuangan, sehingga diperkirakan masa peristiwa hampir 500 tahun.[18]

2.4.4.      Ciri-Ciri Kitab Mazmur[19]

Adapun ciri-ciri khas dalam kitab Mazmur antara lain:

                                                                                          1.            Merupakan kitab terpanjang dalam alkitab dan berisi pasal yang terpanjang (119:1-176), yang terpendek (171:1-2) dan ayat tengah (118:8).

                                                                                          2.            Sebagai kitab nyanyian dan ibadah Ibrani, kerohaniannya yang dalam dan luas itu menjadikan kitab ini bagian PL yang paling digemari dan dibaca oleh orang percaya.

                                                                                          3.            Sekitar separuh kitab Mazmur mencakup doa iman di tengah kesengsaraan.

                                                                                          4.            Tidak ada kitab lain di Alkitab yang demikian terang-terangan mengungkapkan perasaan dan kebutuhan manusia dalam hubungan dengan Allah dan kehidupan ini. Nyanyian pujian dan pengabdian mengalir dari gunung-gunung tertinggi dan seru-seruan keptusasaannya timbul dari lembah-lembah terdalam.

                                                                                          5.            Ciri sastranya yang paling menonjol adalah gaya syair yang disebut pararelisme, mencakup irama pemikiran dan bukan

                                                                                          6.            irama sajak atau mantra.

2.4.5.      Tujuan Penulisan Kitab Mazmur

Kitab Mazmur sebagai doa dan pujian yang diilhamkan Roh, dan ditulis secara umum untuk mengungkapkan perasaan yang mendalam dari hati sanubari manusia dalam hubungannya dengan Allah. Mazmur juga ditulis untuk dinyanyikan dan dipakai oleh jemaat mula-mula sebagai puji-pujian yang telah menjadi sumber bahan musik gerejani. Pujian, pengucapan syukur, pengharapan, dukacita karena dosa, kesetiaan dan pertolongan Allah adalah gagasan utama di dalam Alkitab. Gagasan ini bergaung di dalam kitab Mazmur. Mazmur-mazmur ini ditulis dan dikumpulkan untuk digunakan dalam ibadah umat. Kitab Mazmur menjadi kitab pujian atau buku doa yang pertama kali digunakan dalam ibadah umat, dipergunakan juga dalam rumah ibadah orang Yahudi (sinagoge).[20]

2.4.6.      Tema-Tema Teologis[21]

1.             Mazmur adalah kitab nyanyian yang  berisi tentang refleksi iman bangsa Israel terhadap Tuhan. Orang yang hidup  di dalam Tuhan senantiasa bernyanyi dan bermazmur. Mazmur tetap berkumandang meski dalam suasana duka, itu sebabnya ada Mazmur ratapan. Umat Allah senantiasa bernyanyi dalam rangkaian ibadah dan doa.

2.             Inti kitab Mazmur adalah mengagungkan karya Allah dalam hubungan antara Allah dengan Israel. Mereka senantiasa bernyanyi sebab Allah terus-menerus berkarya ditengah-tengah mereka. Mereka selalu heran dan takjub jika berjalan di jalan Tuhan. Seorang ahli di bidang Mazmur pernah berkata bahwa Mazmur adalah bukti iman yang Alkitabiah di tengah-tengah umat yang tanpa Alkitab.

3.             Mazmur bukan sekedar respon atau aksi dari karya perbuatan Tuhan, tetapi suatu tekad bulat untuk selalu hidup di jalan Tuhan, sepanjang hidupnya. Nyanyian adalah pengakuan iman sehingga di dalamnya ada panggilan\ kesetiaan.

2.5. Struktur Kitab Mazmur

2.5.1.                  Struktur Kitab Menurut Kitab Ilahi

                                                                                         1.              Dari segi waktu/sejarah dapat dibagi 3 yaitu:

·         Pre exilis/sebelum pembuangan: pasal 29

·         Exilis: pasal 137

·         Post exilis: pasal 150 pembuangan.

                                                                                         2.              Dari segi sumber Pemazmur, 5 jilid:

·         Mazmur Daud (1-4), kecuali pasal 1-2 diperkirakan tambahan redaktor untuk pengantar Mazmur hikmat

·         Mazmur pujian  Mazmur Bani Korah (42-47)

·         Dari bani Asaf (73-89)

·         Mazmur tanpa nama (noname) (90-106)

·         Mazmur dari Daud (107-150), nyanyian ziarah (120-134), nyanyian “haleluya” (111-117, 135, 146-150), Yedutun (39:1, 62:1,77).

                                                                                         3.              Dari segi Mazmur

·         Mazmur Pujian: Mzm. 8, 19, 46, 100, dll

·         Mazmur Keluhan umat atau pribadi: Mzm. 74, 79, dll dan Mzm. 22, 38, dll

·         Mazmur Kerajaan (Tuhan Raja Israel dan mesias): Mzm. 93, 45, 2

·         Mazmur Hikmat: Mzm: 1, 32, 49

·         Mazmur Ziarah: Mzm. 84, 122

·         Mazmur Ratapan: pribadi 6, 13, 22 dan kelompok 44, 74, 79, 80

·         Mazmur berkat dan kutuk: 1, 28, 134, 137.

                                                                                         4.              Dari segi tradisi Yahudi, pembacaan kitab Mazmur sering dihubungkan dengan kitab Musa sehingga kitab Mazmur dapa dibagi atas lima kelompok, yaitu:

·         Psl. 1-41                : berhubungan dengan kitab Kejadian berisi pemberitaan tentang manusia dan ciptaan.

·         Psl. 412-72            : berhubungan dengan kitab Keluaran berisi pembebasan dan penebusan.

·         Psl. 73-89              : berhubungan dengan kitab Imamat berisi penyembahan dan tempat ibadah

·         Psl. 90-106            : berhubungan dengan kitab Bilangan berisi perjalanan di padang gurun.

·         Psl. 107-150          : berhubungan dengan kitab Ulangan berisi otoritas Firman dan puji-pujian.[22]

 

2.5.2.                  Struktur kitab Menurut Buku Survey Perjanjian Lama

                                                                              1.            Berdasarkan Penulis

·         Daud (Mazmur 3:41; 51-71)

·         Khorah (Mazmur 42-49)

·         Asaf (Mazmur 50: 73-83)

·         Nyanyian Ziarah (Mazmur 120-134)

·         Ungkapan Haleluya (Mazmur 146-150)

                                                                              2.            Garis Besar Kitab Mazmur

·         Pendahuluan (1-2)

·         Pertentangan daud dengan Saul (3-41)

·         Jabatan raja Daud (42-72)

·         Krisis Asyur (73-89)

·         Intropeksi mengenai kehancuran Bait Suci dan Pembuangan (90-106)

·         Pujian dan pemikiran tentang pulangnya orang Israel dari pembuangan zaman yang baru (107-145)

·         Pujian Penutup (146-150).[23]

Kesimpulan: Penafsir lebih menerima struktur Kitab yang disajikan dalam Kitab Ilahi karena lebih jelas dan mudah untuk dianalisis serta dipahami.

2.6. Kedudukan Kitab Mazmur dalam Kanon

Dalam Alkitab Ibrani, kitab Mazmur terdapat pada bagian awal kitab-kitab. Para rabi menempatkannya sebelum kitab Amsal dan tulisan hikmat lainnya, dengan alsan bahwa kumpulan tulisan Daud harus mendahului tulisan anaknya, Salomo. Septuaginta menempatkan kitab Mazmur pada permulaan dari kitab-kitab puisi. Susunan dalam Alkitab Latin dan bahasa modern termasuk bahasa Indonesia, menempatkan kitab Ayub sebelum kitab Mazmur, mungkin didasarkan pada dugaan bahwa kitab Ayub ditulis sebelum kitab Mazmur.[24] Kitab Mazmur mau dibuat dalam lima kelompok, itu mau dibuat sejalan dengan Pentateukh menjadi lima kitab Musa. Dalam sinagoge-sinagoge Yahudi, pembacaan tiap-tiap bagian masing-masing kitab Pentateukh disusul sebuah Mazmur. Begitulah muncul lima kelompok Mazmur sejalan dengan lima kitab Musa. Tetapi yang jelas adalah kitab  Mazmur bukanlah kumpulan lagu-lagu yang pertama, namun kitab Mazmur adalah kumpulan yang terakhir.[25]

2.7.Analisa Teks

2.7.1.                  Perbandingan Bahasa

Ayat 1

Keputusan : Tidak ada perbedaan yang signifikan

Ayat 2

LAI     : Tenang

BDE    : Hasonangan (Kebahagiaan)

NIV     : Quiet (Hening)

TM      : מְנֻח֣וֹת (Keheningan)

Keputusan: Yang mendekati TM adalah NIV

Ayat 3

LAI     : Menuntun

BDE    : Ditogu (Dituntun)

NIV     : Guides (Memandu)

TM      : יַֽנְחֵ֥נִי (Memimpin)

Kesimpulan: Tidak ada yang mendekati TM

Ayat 4

Keputusan: tidak ada perbedaan yang signifikan

Ayat 5

Keputusan: Tidak ada perbedaan Signifikan

Ayat 6

Keputusan: Tidak ada perbedaan yang signifikan

2.7.2.                  Kritik Apparatus

Ayat 4

Dalam teks Masora terdapat kata יְנַֽחֲמֻֽנִי yang artinya “besertaku”. Kata tersebut diusulkan oleh peneliti modern unutk menggantikannya dengan kata יַנְחֻנִי  yang artinya “kami akan pergi”.

Keputusan: Penafsir menolak usulan apparatus karena memperkabur makna teks.

Ayat 5a

Dalam teks Masora terdapat kata שֻׁלְחָ֗ן yang artinya “meja”. Kata tersebut diusulkan oleh peneliti modern ditulis dua kali ganda untuk kata ב yaitu kata שֶלַח yang artinya “kirim”.

Keputusan: Penafsir menolak usulan apparatus karena memperkabur makna teks.

Ayat 5b

Dalam teks Masora terdapat kata כּוֹסִ֥י yang artinya “cangkir saya”. Kata tersebut diusulkan dengan kata וְכוסְנִ yang sama artinya dengan teks Yunani asli yaitu και τό ποτήριόυ σου yang artinya “dia diam”.

Keputusan: Penafsir menolak usulan apparatus karena memperkabur makna teks.

2.7.3.                  Terjemahan Akhir

Ayat 1

Mazmur Daud. Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku.

Ayat 2

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia memimpin aku ke air yang tenang.

Ayat 3

Ia memulihkan jiwaku. Ia menununtun aku di jalan yang benar demi nama-Nya.

Ayat 4

Meskipun aku berjalan melalui bayangan kematian, aku tidak takut kejahatan, sebab Engkau besertaku, gadamu dan tongkatmu itulah yang membuatku nyaman.

Ayat 5

Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan musuhku, Engkau sudah pasti mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah.

Ayat 6

Kebajikan dan kemurahan akan mengikutiku, setiap hari dalam hidupku dan akau akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

 

 

2.8.Tafsiran

Ayat 1

Mazmur adalah kumpulan nyanyian bagi Allah (Mzm. 30:13). Mazmur dalam bahasa Ibrani adalah “mizmor” yang artinya nyanyi-nyanyian dengan alat petik. Orang-orang Yahudi menamakan Mazmur ini “tehilim” yang artinya nyanyian-nyanyian pujian (Kel. 15:1-27; Hak. 5:1). Mazmur juga diartikan sebagai nyanyian syukur bagi Allah akan perbuatan-Nya yang mulia (Kolose 3:16). Mazmur bukan hanya merupakan karya Daud tetapi juga ada pemazmur lainnya seperti, Asaf (Mzm. 73), Kurasi (Mzm. 85), Salomo (Mzm. 72), Am Etan (Mzm 89), serta Musa (Mzm. 90).

Daud adalah anak Isai (Rut 4:22) seorang raja Israel yang diurapi oleh Samuel (1 Samuel 16: 1-13). Daud pandai bermain kecapi (Amos 6:5), ia juga memainkan kulcapi bagi Saul (1 Sam. 16:14-23). Daud juga seorang penyair (2 Sam. 1: 17-27). Di dalam 1 Samuel 17 juga diartikan bahwa Daud lah yang mengalahkan Goliat. Dia adalah raja atas Yehuda (2 Samuel 2: 1-7), yang menghancurkan orang Amalek (1Samuel 28:2), Daud adalah suami dari Betsyeba (2 Samuel 11:27), dan ia dipilih oleh Tuhan untuk memerintah Israel supaya menumbuhkan tunas kerajaan Allah (Yer. 23:5). Mesias yang juga datang ke dunia juga merupakan keturunan Daud (Yoh. 7:42).

Tuhan adalah gembalaku. Pada ayat 1 ini adalah adalah secara khusus mengenai tentang gembala yang baik. Gembala yang dimaksud disini adalah ποιμεν (Yunani) yang berarti pedoman atau penuntun. Dalam bahasa Ibrani רֹעִי (gembala). Gembala juga suatu pekerjaan yang amat mulia di kalangan kaum Yahudi. Pekerjaan gembala juga pekerjaan yang berat dan berbahaya (bdk. Kej 31:40; 1 Sam 17:34; Yes 31:4, Luk. 16:15). Sebutan gembala ini mengungkapkan perhatian kepada umat, yakni Israel dalam pimpinan selama keluaran (bdk. Mzm 78:52-55; 80; Yes 40:11; dan Yer 31:10). Gembala merupakan pemimpin atau pimpinan kawanan domba (bdk. Yer 23:3). Dapat didefenisikan dalam hal ini gembala merupakan seorang pembimbing dan pemelihara kawanan domba atau kambing. Ia bertanggungjawab atas domba-dombanya, sering menghitungnya dan juga melindunginya dari bahaya luar (Yeh. 37:24). Gembala dalam arti harafiah pada zaman dahulu dan sekarang mengemban panggilan tugas yang banyak tuntutannya (Kej. 4:3) dia harus mencari rumput dan air di daerah yang kering dan berbatu-batu, harus melindungi kawanan dombanya terhadap cuaca buruk dan binatang buas (1 Sam. 17:34-35, Ams. 3:12), serta memberi minum domba-dombanya (Kej. 29:3). Gembala yang baik dan ideal harus kuat, rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri (Yeh. 34:23) serta gembala yang baik mengenal domba-dombanya dan domba-dombanya mengenal gembalanya (Yoh. 10:140). Seorang gembala berjalan didepan dan menuntun domba-dombanya (Mzm. 77:20, 78:52, 8-:2). Pengharapan orang Israel kepada Allah sungguh besar sehingga bangsa Isrel selalu ingin dituntun oleh Allah (Maz. 34:10). Daud memberikan suatu penegasan bahwa dalam hidupnya, Tuhan digambarkan sebagai sosok gembala (Yes. 40:11-12). Daud menyadari bahwa hubungannya dengan Tuhan bukanlah hubungan yang simbiosis mutualisme, sebuah hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Hubungan Daud jauh melebihi kebutuhan-kebutuhan dalam Daud sendiri (keintiman). Daud mau menjelaskan bahwa Tuhan yang selalu menuntun hidup Daud dan selalu bersamanya.

Tuhanlah yang menjadi gembala Daud. Gembala berarti pemelihara jiwa (1 Petrus 2:25) yang tidak akan membuat dombanya menderita, sengsara (Zak. 10:2). Allah adalah gembala dan Daud adalah dombaNya menggambarkan hubungan yng dekat antara Allah Israel. Israel adalah umat gembalaan Allah, sama seperti Daud (Mat. 2:6). Takkan kekurangan aku. Allah tidak akan membiarkan domba-dombaNya menderita (1 Ptr. 2, Mzm. 34:11). Hal ini terlihat dari kasih setia Tuhan yang selalu mendampingi umat pilihanNya Israel (Kej. 12), Ia selalu memenuhi kebutuhan umatNya, mulai dari pemberian janji yang baru kepada Abraham (Kej. 13:14-18), ketika Allah menyelamatkan Israel dari perbudakan di Mesir dengan memberikan tulah (Kej. 7:14-11:1), Allah juga memberikan perlindungan dengan menyuruh para hakim-hakim (Habakuk 1: 1-4). Dimana Tuhan sendiri menyertai umat-Nya, “Semuanya itu ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).    

Ayat 2

Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau. Digambarkan Allah membaringkan Daud. Allah membuktikan diriNya bahwa Ia adalah tempat bersandar umatNya. Sama seperti Ayub yang membaringkan tubuhnya untuk meringankan keluhnya (ayub 7:13). Di padang rumput hijau. Padang adalah tempat yang sering disoroti di dalam Alkitab. Dijelaskan dalam Kej. 4:8, padang yang dijadikan tempat pembunuhan Habel oleh Kain. Umat Israel juga dalam perjalanan dari Mesir menuju tanah Kanaan melewati padang (Ul. 8:2). Tetapi pemazmur menggambarkan padang berumput hijau yang merupakan tempat penyediaan makanan bagi hewan ternak (Kej. 47:4), artinya Allah mencakup kebutuhan Daud (Mzm. 107:33), dimana padang rumput hijau ini sebagai tempat pemeliharaan dan perbekalan Allah bagi umat-Nya (Yeh. 34:14, 18). Ia memimpin aku ke air yang tenang. Allah merupakan pimpinan umat Israel (2 taw. 13:12), Allah yang juga memimpin umat Israel di padang (Yer 2:6), selama 40 tahun (Amsal 2:10), tetapi dalam beberapa catatan sejarah kehidupan Israel, Allah memimpin umatNya dengan berbagai perwakilan seperti Musa yang diutus oleh Allah sebagai pemimpin (Kis 7:35). Allah memimpin pemazmur kepada air yang tenang. Air merupakan sesuatu yang dibutuhkan dalam bidang kehidupan seperti untuk ibadah umat Israel, seorang imam harus membawa air kudus (Bil. 5:7), dan Allah digambarkan sebagai sumber air yang hidup (Yer. 2:13). Pemazmur menggambarkan air yang tenang, ketenangan adalah hal yang menyegarkan sama seperti Amsal 14:30, bahwa hati yang tenang menyegarkan tubuh.

Ayat 3

Ia memulihkan jiwaku. Allah adalah pribadi yang memulihkan jiwa Daud. Hal ini membuktikan bahwa Allah menyelamatkan Daud dari keterpurukan, sama seperti Mazmur 34:19, yang tertulis bahwa Allah meyelamatkan orang-orang yang remuk hatinya. Allah juga berkuasa untuk menyelamatkan jiwa umatNya (Yak. 1:21). Ia menuntun aku di jalan yang benar demi nama-Nya. Allah selalu menuntun, menunjukkan jalan yang benar kepada umatNya sama seperti ayat 2 dalam Mazmur ini. Dalam bahasa Ibrani “nahal” yang berarti menuntun . Hal ini juga terdapat dalam kisah perjalanan bangsa Israel, ketika Allah menuntun mereka untuk keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan (Kel. 13:21; Kel. 15:13; Ul. 32:12 ; Ul. 32:12; Mzm. 78:14,53; Neh. 9:12,19 dengan perantaraan Musa Kel. 32:34), seperti juga dibimbing-Nya hamba-Nya Abraham (Kej. 24:27, 48) dan dipimpin-Nya sekalian orang yang mengharapkan-Nya (Mzm. 5:9; 27:11; 31:4; 43:3; 60:11; 73:24; 78:72; 109:30).  

Ayat 4

Sebab engkau besertaku. Allah senantiasa menyertai kehidupan pemazmur, itu membuktikan Allah selalu menyertai kehidupan umat-Nya, sama seperti ketika Allah menyertai Israel dan Mesir (Kej. 15:13). Di dalam PB juga Allah menyatakan diriNya sebagai “Immanuel” yang artinya Allah beserta umatNya (Mat. 1:23). Tongkat dan gadamu itulah yang membuat aku nyaman. Tongkat Allah adalah tongkat kebenaran (Ibr. 1:8), dan gada Allah yang menggembalakan umat pilihan-Nya (Wahyu 12:5). Demikianlah Allah menghibur umat yang dibawaNya pulang dari pembuangan (Yes. 40:1dan 10-11). Demikian pula Yesus menyebut Roh, yang akan diutus-Nya, Penghibur (Yoh. 16:7; bnd. Ay. 7 Ia memimpin kita)

Ayat 5

Engkau menyediakan hidangan bagiku dihadapan musuhku. Allah senantiasa mencakup kebutuhan umat pilihan-Nya. Sama seperti Allah mencukupi kebutuhan manna dan burung puyuh (Kel. 16:31). Engkau sudah pasti mengurapi kepalaku dengan minyak. Daud menjadi raja atas urapan Samuel ditengah-tengah saudaranya (Mzm. 16:13). Kepalanya diurapi dengan minyak zaitun (Kel. 30:24; Im. 24:2), sesuai dengan adat kebiasaan pada hari raya (Pkh. 9:8; Mzm. 133:2; Mat. 26:7; adat yang sama dikenal di Mesir kuno). Mengurapi dengan minyak merupakan suatu tanda penghargaan dan penghormatan, pun dalam pelantikan untuk menjabat sesuatu jabatan (Bil. 3:3). Pengurapan juga digunakan sebagai pengobatan  (Luk. 10:34; Mrk. 6:13) dan sebagai iisyarat kasih sayang (Luk. 7:38). Melalui pengurapan anak kepada Daud, Allah membuatkan Daud menjadi raja Israel (2 raja-raja 9:3), sebab dialah orang yang dipilih Tuhan (1 Sam. 1:14), sebab kasih Tuhan melekat padanya (1 Sam. 26:9).

Ayat 6

Kebajikan dan kemurahan akan mengikutiku. Kemurahan dalam bahasa Ibrani adalah “hesed“ yang artinya Allah adalah kasih setia dan mencakup pengertian kesetiaan Allah pada Perjanjian-Nya. Allah yang melawat umat-Nya dengan kasih dan kemurahan hati (Yer. 3:12). Itu terlihat dari penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel (Kej. 15), Allah menyertai Daud (1 Sam. 26:9), sebab Allah umat percaya adalah Allah yang mahakasih (1 Kor. 13:14). Daud membuktikan kesetiaanNya kepada Tuhan sehingga dalam nyanyian syukurnya terdapat ungkapan “lebih baik satu hari dipelataranMu daripada seribu hari di tempat lain (Mzm. 84:11).   

2.9.Refleksi Teologis

Dalam sajian ini kita lihat dan dijelaskan bahwa gembala yang baik dan ideal adalah gembala yang kuat, rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri (Yeh. 34:23).  Gembala yang baik memberikan kenyamanan dan kebahagiaan serta peduli dengan dombanya. Sama seperti Allah yang memberikan ketenangan, seperti dalam Yohanes 10:11, dikatakan bahwa “Akulah Gembala yang baik, Gembala yang baik memberikan nyawanya kepada domba-dombanya. Sehingga kita dapat melihat bahwa dalam ayat tersebut sangat jelas dikatakan bahwa Allah memberikan yang terbaik bukan yang diinginkan oleh manusia sebagai domba Allah. Kasih, anugerah, dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan serta juga damai sejahtera daripada Tuhan untuk umat-Nya manusia. Dalam ayat 6 juga dikatakan bahwa “aku akan diam di rumah Bapa sepanjang masa” yang artinya ketika kita berada di dalam rumah Bapa maka kita akan merasakan ketenangan. Jika kita selalu menyerahkan pergumulan dan kekhawatiran kita kepada Tuhan maka kita akan merasakan kedamaian yang datang dari pada Tuhan. Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada seluruh umatNya. Jika kita selalu mengandalkan Tuhan dan memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita maka kemualiaan Tuhan akan terpancar dan terlihat dalam kehidupan kita manusia, sama seperti Yesaya 40:5 yang mengatakan “maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya”. Jadi seluruh umat manusia akan melihat karya Allah dan kekuasaan Allah. 

III. Kesimpulan

Saya sebagai penafsir dapat mengambil kesimpulan bahwa penafsiran kanonikal yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran-kebenaran dalam Alkitab sebagai satu kesatuan yang utuh. Dalam tafsiran saya pada Mazmur 23:1-6 ini  menceritakan tentang seorang gembala yang baik yang membimbing dan menuntun domba-dombanya dengan baik. Allah adalah gembala yang baik dan ideal dimana Allah selalu memberikan yang terbaik bagi domba-dombaNya dan selalu memberikan ketenangan serta penghiburan dalam setiap keadaan. Allah tidak pernah membiarkan domba-dombaNya berjalan sendiri karena Allah sangat peduli, rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri sehingga Allah dan tak akan membiarkan dombaNya kekurangan sedikit pun.

 

IV. Daftar Pustaka

...., Alkitab Edisi Studi, Jakarta: LAI, 2011.

Blommendal J. Pengantar Kepada Perjanjian Lama, Jakarta: BPK-GM, 1999.

Browing W. R. F. Kamus Alkitab, Jakarta: BPK-GM, 2014.

Clarie Marie, Barth Frommel & B. A. Pareira, Kitab Mazmur1-72 Pembimbing dan Tafsiran, Jakarta: BPK-GM, 2015.

Harton Stanley M., Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, Malang: Gandim Mas, 2000.

Hayes John H. Carl R. Holladay, Pedoman Penafsiran Alkitab, Jakarta: BPK-GM, 2005.   

Hill Andrew E. & Jhon Walton, Survey Perjanjian Lama, Malang: Gandum Mas, 2008.

Karman Yonky, Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama, Jakarta: BPK-GM, 2007.

Komisi Kitab Kepausan, Penafsiran Alkitab dalam Gereja, Yogyakarta: Kanisius, 2001. 

Lasor W. S. Pengantar Perjanjian Lama 2, Jakarta: BPK-GM, 2012. 

Ludji Barnabas, Pemahaman Dasar Perjanjian Lama, Bandung: Bina Medis Informasi, 2009.

Ofm C. Groenen, Pengantar dalam Perjanjian Lama, Yogayakarta: Kanisius 1991.

S Lukas Adi, Smart Book Of Christianity Perjanjian Lama, Yogyakarta: ANDI, 2015.

Saragih Agus Jetron, Kitab llahi, Medan: Bina Media Perintis, 2016.

Sitompul A. A. & Ulrich Beyer, Metode Penafsiran Alkitab, Jakarta: BPK-GM, 2006.



[1] A. A. Sitompul & Ulrich Beyer, Metode Penafsiran Alkitab, (Jakarta: BPK-GM, 2006), 214.

[2] W. R. F. Browing, Kamus Alkitab, (Jakarta: BPK-GM, 2014), 170.

[3]  A. A. Sitompul & Ulrich Beyer, Metode Penafsiran Alkitab, (Jakarta: BPK-GM, 2006), 214.

[4] Yonky Karman, Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama, (Jakarta: BPK-GM, 2007), 15.

[5] Komisi Kitab Kepausan, Penafsiran Alkitab dalam Gereja, (Yogyakarta: Kanisius, 2001), 65-66. 

[6]  John H. Hayes, Carl R. Holladay, Pedoman Penafsiran Alkitab, (Jakarta: BPK-GM, 2005), 155-156.   

[7] W. S. Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK-GM, 2012), 41. 

[8] Marie Clarie, Barth Frommel & B. A. Pareira, Kitab Mazmur1-72 Pembimbing dan Tafsiran, (Jakarta: BPK-GM, 2015), 22.

[9] W. S. Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK-GM, 2012), 41. 

[10] Agus Jetron Saragih, Kitab llahi, (Medan: Bina Media Perintis, 2016), 129.

[11]...., Alkitab Edisi Studi, (Jakarta: LAI, 2011), 867.

[12] Lukas Adi S, Smart Book Of Christianity Perjanjian Lama, (Yogyakarta: ANDI, 2015), 69.

[13] Barnabas Ludji, Pemahaman Dasar Perjanjian Lama, (Bandung: Bina Medis Informasi, 2009), 106.

[14] Andrew E. Hill & Jhon Walton, Survey Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 2008), 449.

[15] J. Blommendal, Pengantar Kepada Perjanjian Lama, (Jakarta: BPK-GM, 1999), 148.

[16]  Andrew E. Hill & Jhon Walton, Survey Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 2008), 446.

[17] Stanley M. Harton, Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, (Malang: Gandim Mas, 2000), 813.

[18] Agus Jetron Saragih, Kitab llahi, (Medan: Bina Media Perintis, 2016), 131.

[19] Stanley M. Harton, Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan, (Malang: Gandim Mas, 2000), 815.

[20] ...., Alkitab Edisi Studi, (Jakarta: LAI, 2011), 814.

[21] Agus Jetron Saragih, Kitab llahi, (Medan: Bina Media Perintis, 2016), 133-134.

[22] Agus Jetron Saragih, Kitab llahi, (Medan: Bina Media Perintis, 2016), 132-133.

[23] Andrew E. Hill & Jhon Walton, Survey Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 2008), 451.

[24] W. S. Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK-GM, 2012), 41. 

[25] C. Groenen Ofm, Pengantar dalam Perjanjian Lama, (Yogayakarta: Kanisius 1991), 220-221.  


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar