Just another free Blogger theme

Jumat, 16 Oktober 2020

 





Tinjauan Historis Praktis Mengenai Kiprah Bonifatius Dalam Pekabaran Injil

 

1.1. Riwayat Hidup Bonifatius

Bonifasius dilahirkan dalam keluarga Kristen pada tahun 680. Ia lahir di kota Kirton, Inggris. Nama aslinya adalah Winfred. Ia sempat tinggal dan belajar di sebuah biara sebelum akhirnya ditahbiskan sebagai imam pada usia tiga puluh tahun. Tahun 723, ia diangkat sebagai uskup dan sejak itulah namanya kemudian berubah menjadi Bonifasius. Ia meninggal sebagai seorang martir ketika sedang menjalankan misinya di Frisia pada tahun 754. Saat peristiwa itu terjadi, Bonifasius bersama sejumlah pengikutnya sedang berkemah di lembah sungai Borne sambil menanti kedatangan orang-orang yang hendak menerima sakramen. Akan tetapi, sebaliknya yang datang justru adalah orang-orang yang berniat untuk membunuh Bonifasius beserta seluruh pengikutnya. Tulang kerangka Bonifasius dikumpulkan untuk disimpan di Utrecht tetapi kemudian dipindahkan ke Mainz dan akhirnya disimpan di Fulda.

1.2. Ajaran Bonifatius

Bonifatius ingin agar semua orang mempunyai kesempatan untuk mengenal serta mengasihi Yesus dan Gereja-Nya. Ia menjadi seorang misionaris dibagian barat Jerman. Paus Santo Gregorius II memberkatinya serta mengutusanya dalam misi tersebut. Bonifatius berkhotbah dan berhasil dengan gemilang. Ia seorang yang lemah lembut serta baik hati, Ia juga sangat pemberani. Dia membuktikan keberaniannya bahwa berhala kafir-kafir itu tidak benar, dimana suatu pohon yang sangat besar yang disebut “Oak Thor” banyak orang kafir percaya bahwa pohon itu pohon keramat bagi para dewa mereka. Dihadapan orang banyak itu, Bonifatius menebang pohon itu dengan sebuah kampak, pohon besar itu pun tumbang. Orang-orang kafir itu sadar bahwa dewa-dewa mereka itu tidak ada ketika tidak suatu pun terjadi atas Bonifatius.

1.3.Karya Bonifatius

Bonifasius menjadi begitu terkenal karena tindakan yang dilakukannya di Geismar, Hesse (Jerman Barat). Pada waktu itu, penduduk di sana punya kebiasaan menyembah sebuah pohon Ek raksasa yang diyakini mereka sebagai tempat bersemayam dari dewa yang bernama Thor. Thor berarti dewa guntur dan perang. Orang yang tidak menghormati pohon tersebut berarti tidak menghormati dewa Thor. Ini dapat menimbulkan kemarahan sang dewa kepada manusia. Bonifasius kemudian dengan berani menebang pohon itu. Tindakannya tersebut banyak mengundang kemarahan orang-orang. Konon, pada saat bonifasius menebang pohon itu, datang angin kencang yang menerjang pohon hingga patah menjadi empat bagian yang sama panjangnya. Tumbangnya pohon raksasa itu ternyata tidak menimbulkan kemarahan dewa. Melihat peristiwa yang terjadi, orang-orang yang menyaksikan kemudian menjadi banyak yang percayaIa melanjutkan karyanya dengan mendirikan biara-biara di kota Jerman. Salah satu yang terkenal adalah biara di Fulda yang hingga kini dikenal sebagai salah satu pusat Kristen Katolik di Jerman Tengah.  Bonifasius menjadi semakin bersemangat untuk memperluas kegiatan-kegiatan misinya bagi orang-orang Jerman. Dalam usahanya menyebarkan kekristenan, ia mendapatkan perlindungan dari Raja dari suku Franka yakni Karel Martel yang terkenal hebat dalam bidang militer. Ia membuat berbagai aturan yang harus dipahami oleh siapa saja yang ingin menjadi seorang Kristen. Bersama dengan sahabat-sahabatnya, Bonifasius perlahan-lahan mulai mengajarkan beberapa cara hidup Kristen seperti mengajarkan orang-orang membedakan kebaikan dan kejahatan, tentang penghakiman yang akan datang,dan pentingnya orang melakukan puasa dan memperhatikan sesama dengan memberikan derma kepada orang miskin.

1.4. Pekabaran Injil Bonifatius

Pada tahun 715, Winfred berangkat ke Firisia, tempat para misionaris Inggris yang telah berupaya berpuluh-puluh tahun lamanya. Ia bersemangat untuk memberitkan Injil kepada orang-orang Inggris yang berpindah ke Eropa daratan. Oleh karena itu, ia meminta kepala baiaranya untuk mengutusnya ke Jerman supaya melakukan karya kerasulan di sana. Permohonannya segera dikabulkan dan bersama-sama dengan dua belas biarawan lainnya menuju ke Jerman. Pada tahun 715 mereka mendarat dipantai Friesland, Belanda Utara. Mereka memberikan Injil kepada penduduk disana namun tidak berhasil. Tekanan disitu sangat kuat dan Winfred pun kembali ke Inggris. Inilah kegagalan misinya yang pertama. Pada tahun 718 Winfred pergi ke Roma dan disana dia menerima tugas misionaris dari Paus. Ia ditugaskan untuk pergi lebih jauh, melewati sungai Rhine, ia mengunjungi Bavaria dan Thuringia. Selama tiga tahun lamanya ia memberitakan Injil di Friesland. Pada tahun 722 Bonifatius bekerja dikalangan penduduk Hesse dengan sangat berhasil. Ia mendirikan sebuah biara di Amanaburg. Pada tahun 723 Bonifatius dipanggil ke Roma dan ditahbiskan menjadi Uskup misionaris dan bersumpah untuk setia kepada Paus. Dari Roma, ia pertama-tama ke Gaul (Perancis Selatan) dan menjalin hubungan kerja sama dengan keluarga Carolingen dalam pemberitaan kepada orang yang belum Kristen. Dengan dukungan Paus dan Carolingen, ia menuju Hesse untuk mengkristenkan penduduk disana. Disana Bonifatius membuat tindakan yang sangat berani. Ia ingin memperlihatkan bahwa Allah orang Kristen merupakan Allah yang memiliki kuasa yang mahatinggi. Bonifatius memusnahkan kekafiran dengan cara menumbangkan pohon yang dianggap suci. Dari hal itu penduduk  Hesse menjadi Kristen.

Semangat Bonifatius untuk memberitakan Injil tidaklah padam. Ia masih merasa berutang kepada penduduk Frisia karena kegagalannya masa lampau. Sehingga ia dan bersama-sama dengan 50 orang pengikutnya berangkat ke Frisia. Mereka berkemah di lembah Sungai Borne sambil menunggu datangnya orang yang bertobat untuk menerima sakramen. Maka datanglah serombongan orang, namun bukan untuk menerima sakramen, melainkan untuk membunuh Bonifatius dan kawan-kawannya. Pengikut Bonifatius mencoba melawan, tetapi Bonifatius berteriak; “Hentikanlah anak-anakku, dari pertikaian… jangan takut kepada mereka yang membunuh badan ini, tetapi tidak dapat membunuh jiwa yang abadi… terimalah dengan tenang serangan maut ini, agar anda dapat hidup dan memerintah bersama-sama Kristus selama-lamanya” Bonifatius dan pengikutnya dibunuh. Mereka menjadi martir pada 5 juni 755.

Kepustakaan      

Collins, Michael, Matthew Price. The Story of Christianity: Menelusuri Jejak Kristianitas, Yogyakarta: Kanisius, 2006

Curtis, Kenneth, Stephen Lang, Randy Petersen. 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen.  Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001

End, Th. Van den, Harta dalam Bejana. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008

Greenaway, George William,  Saint Boniface: Three Biographical Studies for the Twelfth Centenary Festival. London, 1995

Moore, Michael E. Boniface in Francia,  Leiden: Brill, 1998    

Mostert, Marco .Bonifatius bij Dokkum Vermoord. Hilversum: Verloren, 1999

Patte, Daniel , The Cambridge Dictionary of Christianity, New York: Cambridge University Press, 2001

Wellem, F.D. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016         

 




Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar